Langsung ke konten
NASIONAL

Junrejo Culture Carnival 2026 Sukses Digelar, Usung Tema Beragam dalam Budaya, Bersatu Membangun Desa

3 menit baca
208x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Junrejo Culture Carnival 2026 Sukses Digelar, Usung Tema Beragam dalam Budaya, Bersatu Membangun Desa

MALANG NEWS - Junrejo Culture Carnival 2026, merupakan agenda karnaval budaya tahunan yang digelar setiap dua tahun sekali oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Junrejo bersama warga masyarakat setempat, pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan acara ini menjadi pu...

MALANG NEWS - Junrejo Culture Carnival 2026, merupakan agenda karnaval budaya tahunan yang digelar setiap dua tahun sekali oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Junrejo bersama warga masyarakat setempat, pada Minggu (9/8/2026).

Kegiatan acara ini menjadi puncak dalam perayaan Selamatan Desa, sekaligus juga sebagai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Dengan mengusung tema "Beragam dalam Budaya, Bersatu Membangun Desa", Junrejo Culture Carnival 2026 diikuti sekitar 4.000 peserta dari seluruh elemen warga masyarakat Desa Junrejo.

Baca Juga
Berhasil Amankan 11 Pelaku, Satreskrim Polres Batu Ungkap 8 Kasus Curanmor dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Berhasil Amankan 11 Pelaku, Satreskrim Polres Batu Ungkap 8 Kasus Curanmor dalam Operasi Sikat Semeru 2026

NASIONAL

Mulai dari satuan pendidikan (PAUD hingga SMA serta SMK), lembaga desa, hingga perwakilan warga dari setiap Rukun Warga (RW) turut serta memeriahkan arak-arakan.

Menampilkan Kekayaan Nusantara di Indonesia

Ketua Panitia Junrejo Culture Carnival 2026, Simon Purwo Ali, menjelaskan bahwa setiap kontingen diwajibkan menampilkan kreasi yang erat kaitannya dengan adat dan budaya daerah tertentu di Indonesia, seperti Jawa Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali.

Baca Juga
Advokat dan Pemerhati Hukum Kota Batu, Mardi Setia Ningsih, S.H., C.P.L Wadahi Pendampingan Hukum Bagi Jurnalis

Advokat dan Pemerhati Hukum Kota Batu, Mardi Setia Ningsih, S.H., C.P.L Wadahi Pendampingan Hukum Bagi Jurnalis

NASIONAL

"Wajib hukumnya di sound itu ada kreasi adat yang sesuai tema. Jadi tidak hanya jalan saja, akan tetapi tentunya juga harus ada unsur budayanya," terang Pak Po, sapaan akrabnya.

Meski karnaval ini dikenal meriah, menurutnya panitia tahun ini menerapkan aturan ketat terkait penggunaan perangkat audio. 

"Ya, jadi setiap kontingen hanya diperbolehkan menggunakan maksimal enam unit subwoofer. 
Kesepakatan ini hasil musyawarah antara Ketua RW se-Desa Junrejo, panitia, pemerintah desa, dan pihak kepolisian untuk menjaga ketertiban umum," ungkapnya.

Baca Juga
Teror Video Call Grup WhatsApp "Mati Kamu" Zulkifli, Jurnalis Kota Batu Lapor Polisi

Teror Video Call Grup WhatsApp "Mati Kamu" Zulkifli, Jurnalis Kota Batu Lapor Polisi

NASIONAL

Pihaknya juga mengakui adanya tren peningkatan penggunaan sistem suara besar atau yang kerap disebut "wabah sound horeg" di masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya pembatasan agar acara tetap kondusif.

"Tidak jauh beda lah sama tahun lalu, cuma tahun ini bedanya kebanyakan sound. Saya anggap ini wabah sound, karena memang lagi ngetrennya seperti itu. Namun harus kita batasi," tegasnya.

Sarana Media Edukasi Sosial Tanamkan Nasionalisme

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Junrejo, Andi Faizal Hasan, menyampaikan bahwa karnaval ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan media edukasi sosial untuk menanamkan nilai nasionalisme dan memperkuat karakter kebangsaan.

"Tema tersebut dipilih sebagai representasi semangat masyarakat Junrejo yang hidup dalam keberagaman budaya, bersatu dalam cita-cita mewujudkan pembangunan desa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Ia berharap melalui partisipasi aktif warga masyarakat Desa Junrejo, rasa cinta terhadap budaya lokal dan nasional dapat terus tumbuh, khususnya di kalangan para generasi muda. 

"Koordinasi dengan aparat keamanan juga dilakukan secara intensif sejak jauh hari untuk memastikan rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, serangkaian agenda Selamatan Desa dan peringatan HUT ke-81 RI di Desa Junrejo akan mencapai puncaknya pada 23 Agustus 2026 mendatang.

"Ya, itu nantinya melalui sebuah resepsi akbar yang mempertemukan seluruh elemen warga masyarakat Desa Junrejo dalam suasana kebersamaan," tandasnya. (Nda)

AD 728x90 — Landscape
R

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.