Disparta Pemkot Batu Gelar Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan, Meriahkan Perayaan Idulfitri 1445 Hijriah
MALANG NEWS – Dalam melestarikan dan menguri-uri budaya dan juga tradisi kupatan pasca Hari Raya…
MALANG NEWS – Dalam melestarikan dan menguri-uri budaya dan juga tradisi kupatan pasca Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) menggelar kegiatan acara “Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan,” yang dimulai dengan start di pendopo Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Batu hingga finish di seputaran Alun-alun Kota Batu, pada Rabu (27/4/2024).
Tampak para warga Kota Batu dan juga wisatawan tumpah ruah memadati kawasan Alun-alun Kota Batu, untuk menyaksikan pawai gunungan ketupat dan hasil bumi tersebut.
Pantauan awak media di lapangan, pawai diiringi oleh alunan musik tradisional, tari-tarian daerah, dan atraksi budaya lainnya. Berbagai tumpeng raksasa, seperti tumpeng ketupat, tumpeng tomat, tumpeng apel, dan tumpeng hasil bumi lainnya menjadi daya tarik utama.
Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan Kota Batu ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat Kota Batu.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Pemkot Batu Drs. Arief As Siddiq, M.H menjelaskan, bahwa kegiatan acara ini merupakan puncak perayaan Lebaran Ketupat di Kota Batu, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pemkot Batu.
“Kami mengpresiasinya kepada semua pihak, yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan ini. Kami juga berharap, agar acara ini dapat terus dilestarikan dan menjadi semakin meriah di tahun-tahun mendatang berikutnya,” terang Arief kepada awak media.
Menurutnya, Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan ini dapat menjadi ikon pariwisata baru di Kota Batu, dan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Kami juga ingin acara ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan di Kota Batu. Semoga dapat menjadi ikon pariwisata baru di Kota Batu, yang tentunya dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Kota Batu,” ujar Arief.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkot Batu Drs. Zadiem Effisiensi, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemkot Batu dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini, termasuk Dinas Pariwisata Pemkot Batu, panitia penyelenggara, dan masyarakat,” tukas Zadiem.
Dirinya juga berharap, Grebek Kupat Tumpeng Syawalan ini bisa lebih meriah, lebih baik lagi, dan lebih besar ke depannya.
“Kami juga ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Batu untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan tradisi Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan ini,” tandas Zadiem.
Sebagai informasi, Grebeg Kupat merupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh para leluhur di Jawa, khususnya Jawa Timur.
Pasalnya, tradisi ini memiliki makna simbolik sebagai wujud rasa syukur atas nikmat panen dan doa untuk keberkahan di masa depan.
Di Kota Batu sendiri, Grebeg Kupat dirayakan dengan pawai yang meriah dengan menampilkan gunungan ketupat raksasa dan berbagai hasil bumi dari berbagai daerah di Kota Batu. (Nda)
Ditulis oleh
Edo Rabmadhani