Apresiasi Film Serdadu Apel Emas, Pj. Wali Kota Batu Dr. Aries: Anak-Anak Luar Biasa Promosikan Apel sebagai Ikon Kota Wisata Batu
MALANG NEWS – Pj. Wali Kota Batu Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M menonton bersama…
MALANG NEWS – Pj. Wali Kota Batu Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M menonton bersama film garapan sineas Kota Wisata Batu berjudul Serdadu Apel Emas (SAE) di Cinepolis, Lippo Plaza Batu Batu Town Square (Batos), Jalan Diponegoro, Kota Batu, pada Jumat (19/1/2024).
Film hasil kerjasama dari Pemerintah Kota Batu dengan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) yang berdurasi selama 15 menit ini, bertujuan untuk menumbuhkan kembali promosi apel sebagai potensi pertanian dan wisata di Kota Batu.
Usai menonton, Pj. Wali Kota Batu Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M mengaku bangga dengan hasil karya senias Kota Batu, yang telah sukses membuat film pendek tersebut serta masuk dalam ajang perfilman di Asia Pasifik.
“Saya acungi jempol dengan hasil karya anak-anak Kota Batu yang begitu sangat luar biasa sekali, dan patut untuk dikembangkan, tapi kalau 15 menit untuk meperkenalkan seluruh wilayah Kota Batu masih belum cukup. Perlu ada film panjang,” katanya.
Menurutnya, film dengan narasi yang panjang akan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat luas, serta mendongkrak ekonomi baru potensi wisata di Kota Batu.
Tak hanya itu, Pj. Wali Kota Batu Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan potensi apel sebagai ikon Kota Wisata Batu.
Pasalnya, seiring dengan langkah tersebut Pemerintah Kota Batu juga telah melakukan berbagai upaya untuk kembali melakukan revitalisasi apel.
“Saya mengajak kepada masyarakat untuk menghidupkan kembali tentang apel, film ini adalah hasil buah karya yang sangat luar biasa sekali, karena mempromosikan Kota Batu sebagai kota apel sekaligus kota wisata,” pungkas Pj. Wali Kota Batu Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.
Sebagai informasi, film pendek Serdadu Apel Emas dengan durasi sekitar 15 menit ini banyak menampilkan keindahan tanaman apel di Kecamatan Bumiaji, yaitu mendekatkan area-area alami seperti sungai dan bukit sebagai ruang bermain bagi anak.
Selain itu, dalam film tersebut, juga menceritakan tentang perjalanan 5 sekawan yang ingin menyelamatkan satu-satunya pohon apel, agar dapat kembali berbuah dan tidak jadi dijual.
Menurut Sutradara dan penulis naskah Lingga G Permadi, film ini diselesaikan dalam waktu kurang lebih 4 hari, dengan diperankan oleh 5 aktor cilik yang masih duduk di bangku sekolah dasar. (Zul)
Ditulis oleh
Edo Rabmadhani