Langsung ke konten
Berita

Butuh Bantuan, Roni Bocah Wajak Bertahun-tahun Hanya di Tempat Tidur

2 menit baca
43x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Butuh Bantuan, Roni Bocah Wajak Bertahun-tahun Hanya di Tempat Tidur

MALANG NEWS – Di tengah pandemi ini, kita harus sering bersyukur atas nikmat yang kuasa…

MALANG NEWS – Di tengah pandemi ini, kita harus sering bersyukur atas nikmat yang kuasa berikan. Karena di sekitar kita masih banyak warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan yang membutuhkan uluran tangan.

Kisah Roni Bocah asal Wajak Kabupaten Malang, sehari-harinya hanya bisa berbaring saja tanpa bisa melakukan aktifitas sendiri layak mendapat perhatian bersama.

“Dan karena ketiadaan biaya, ortunya bahkan harus menjual kompor hanya untuk biaya berobat anak satu-satunya,” tegas Kurir Donasi Komunitas Peduli Malang Raya (KPMR), Anang Pink, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga
Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Berita

Roni adalah anak semata wayang dari pasangan Samut dan Poniyah, dimana 10 tahun yang lalu  Roni adalah anak kecil yang aktif sama seperti anak-anak lainnya.

Kejadian itu sudah 8 tahun yang lalu. Saat itu Roni mengalami demam panas dan ibunya melarikan Roni ke klinik terdekat, ternyata kondisinya tidak semakin membaik hingga akhirnya dilarikan ke RS.

Setelah 6 hari dirawat kemudian dibawa pulang. Keadaan Roni semakin memburuk. Roni tidak bisa jalan dan sang ibu sudah tidak punya apa-apa lagi untuk membawa Roni berobat ke RS. Jadi lebih banyak dirawat sendiri di rumah dengan perawatan seadanya.

Baca Juga
12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

Berita

“Untuk berobat Roni yang kemarin saja Bu Poniyah harus pinjam (berhutang) sana-sini. Bahkan terpaksa harus menjual kompor yang biasa dibuat untuk memasak sehari-hari juga,” terangnya.

“Bu Poniyah hanyalah buruh matun (padi di tegalan) di kebun orang, sedangkan sang suami buruh cangkul di kebun dengan penghasilan yang tidak seberapa,” urainya.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, Bu Poniyah mencari penghasilan jualan sayur atau kulupan keliling kampung yang beliau cari di kebon orang. Satu ikatnya dijual dengan harga Rp 1000. Jika semua habis beliau akan mendapatkan uang sejumlah Rp 15-20 ribu,” tukasnya.

Baca Juga
Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Berita

“Kami sudah berupaya membantu dengan posting di grup FB Komunitas Wajak Peduli. Alhamdulillah donasi telah berjalan. Semoga lewat berita ini ada rejeki untuknya melalui tangan orang-orang baik yang dermawan. Silahkan berdonasi mendatangi rumahnya di Dusun Pakem RT 04, RW 15, Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Atau hubungi Anang di 0812-3108-6974,” pungkasnya. (Had)

AD 728x90 — Landscape
E

Ditulis oleh

Edo Rabmadhani

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.