Langsung ke konten
Berita

Dewanti Bahas MOU dan PKS Omah Munir dengan Pemkot Batu

2 menit baca
42x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Dewanti Bahas MOU dan PKS Omah Munir dengan Pemkot Batu

MALANG NEWS – Hari ini, Selasa (18/5/2021) diselenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Draft Perjanjian…

Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, saat mengikuti Rakor Pembahasan Draft Perjanjian Kerjasama Pemkot Batu dengan Yayasan Museum HAM Omah Munir. (Dian)

MALANG NEWS – Hari ini, Selasa (18/5/2021) diselenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Draft Perjanjian Kerjasama Pemerintah Kota Batu dengan Yayasan Museum HAM Omah Munir.

Rakor ini diselenggarakan secara virtual atau video conference (Vidcon), di ruang Command Center, Balaikota Among Tani, Pemkot Batu.

Kegiatan acara ini dihadiri oleh Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, Sekda, Asisten dan Kepala Disparta. Sedangkan dari pihak Yayasan Museum HAM Omah Munir, diwakili langsung oleh Suciwati, istri mendiang Munir Said Thalib, Ketua Yayasan Museum HAM Omah Munir, Andi Achdia dan Dr. Muchamad Ali Safa’at, SH, MH.

Baca Juga
Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Berita

Dalam rakor ini, diantaranya dibahas tentang tata naskah MOU dan PKS antara Pemkot Batu dan Yayasan Museum HAM Omah Munir.

“Museum HAM Omah Munir sudah jadi meski belum 100 persen, merupakan bantuan Provinsi Jawa Timur meskipun tanahnya adalah aset Pemkot Batu. Jadi harus ada koordinasi dengan pihak Provinsi, Jawa Timur,” kata Budhe sapaan akrabnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, berdirinya Museum HAM Omah Munir tak hanya menjadi tonggak secara fisik.

Baca Juga
12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

Berita

“Tapi sebagai titik tolak menjalankan nilai-nilai HAM saat ini dan masa depan. Selain itu, museum HAM Omah Munir ini menjadi yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara,” tukas Budhe.

Nantinya museum tersebut, lanjut menantu almarhum Ebes Soegiyono ini, bukan hanya menjadi tempat koleksi sejarah HAM.

“Tapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi siapapun, untuk membangun informasi yang berkeadilan dan menghormati warganya,” tukas dia.

Baca Juga
Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Berita

Menurut mantan None Jakarta ini, doperlukan diskusikan tentang tata cara kerjasama daerah, dengan pihak ketiga.

“Ya, tujuannya supaya menyamakan persepsi agar lancar ke depannya,” pungkasnya. (Dian)

AD 728x90 — Landscape
E

Ditulis oleh

Edo Rabmadhani

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.