Tradisi Labuhan, PD Jasa Yasa Harap Wisata Pantai Hidup Kembali
MALANG NEWS – Tradisi Labuhan atau selamatan laut yang sudah turun-temurun dilakukan masyarakat Desa Kedungsalam,…

Nampak ratusan warga masyarakat, telah memadati tradisi labuhan di Pantai Ngliyep, Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Senin (02/10/2020).
Berdasarkan pantauan awak media dilokasi, awal dimulai dengan arak-arakan dengan mengusung sesaji guna dibawa ke pulau yang bertempat di dibibir pantai, lalu dilakukan prosesi ritual sesuai tradisi adat warga sekitar dengan melemparkan kepala kambing dan bunga ke permukaan laut.
Ketika sesaji dilempar kelaut, anehnya tiba-tiba gulungan ombak yang awalnya tidak begitu besar akhirnya ombak tersebut berubah menjadi besar hampir mencapai sekitar 15 meter, terjadi beberapa menit sampai upacara prosesi selesai.
Direktur Utama PD Jasa Yasa, Faiz Wildan kepada awak media di lokasi menyampaikan, bahwasanya tradisi labuhan atau selamatan laut sudah turun-temurun dilakukan.
“Ya, tradisi ini salah satu merupakan ritual rutin yang digelar oleh masyarakat desa setempat di Pantai Ngeliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang,” kata Wildan sapaan akrabnya.
Dirinya menambahkan, memang di Pantai Balekambang menurut sejarah merupakan wilayah penyebaran kerajaan Islam, kemudian Pantai Ngliyep juga merupakan sejarah penyebaran Kerajaan Mentaraman.
“Oleh sebab itu, dengan tradisi kentalnya seperti ritual umat Hindu dalam hal ini terus melekat dari makna labuhan itu sendiri,” imbuh dia.
Nampak ratusan pengunjung yang melihat ritual labuhan tersebut, merupakan awal sambutan terang terhadap kunjungan wisata di Pantai Ngliyep.
“Maka dari itu, dalam prosesi acara ritual labuhan ini salah satu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar dan wisatawan manca negara,” tukasnya.
Wiildan juga menyebut, dalam kehadiran ratusan pengunjung di Pantai Ngliyep diperkirakan masih jauh dari harapan PD Jasa Yasa.
“Memang kita realistis ya, kan ada batasan 50 persen pengunjung wisata, ya harus kita ikutikan ini juga bagian dari protokol kesehatan Covid-19, tetap berpengaruh juga,”ungkap dia.
Iapun juga berharap, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir.
“Sehingga kunjungan pariwisata di Kabupaten Malang bisa berangsur pulih kembali, dan bisa mendongkrak kemajuan pariwisata khususnya di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (Mad).
Ditulis oleh
Edo Rabmadhani